Mengenang Ale dan Ricky

image

Jika anda telah mengikuti berita seputar Juventus beberapa waktu belakangan ini, anda mungkin sempat mendengar nama Ale dan Ricky  disebut-sebut oleh klub atau bahkan melihat para pemain memberikan tribute kepada mereka sebelum laga. Barangkali alasan jika ternyata anda melewatkan hal ini, bahkan mereka yang telah menjadi pendukung  Bianconeri  selama bertahun-tahun pun mungkin tidak mengetahui kejadian tragis ini, adalah situasi yang terjadi saat itu serta waktu saat kejadian  tersebut berlangsung.

Pada musim panas tahun 2006, usai merengkuh Scudetto ke-29 dan menyaksikan banyaknya pemain-pemain Juventus memegang peran penting atas keberhasilan Italia di Piala Dunia, munculnya kasus Calciopoli – dan efeknya bagi kejatuhan klub – akan selalu diingat sebagai hal yang mengesampingkan masa-masa kejayaan sebelumnya. Apapun opini kita mengenai turunnya ke Serie B, hukuman larangan aktif seumur hidup dan pengurangan poin, kehilangan yang sesungguhnya dirasakan pada tahun itu sebenarnya lebih besar dari apapun yang berkenaan dengan ketidakadilan dalam olahraga.

Usaha bunuh diri dari Gianluca Pessotto sudah cukup sulit untuk diterima, namun kejadian itu seolah tersamarkan jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di kamp latihan pada tanggal 15 Desember 2006, hari yang menjadi hari terkelam untuk dikenang. Kembali ke ruang ganti usai menjalani sesi latihan yang keras, rekan-rekan satu tim dari Alessio Ferramosca (Ale, 17) dan Riccardo Neri (Ricky, 16) tiba-tiba menyadari bahwa pakaian dan tas mereka berdua tidak tersentuh sama sekali, dan bahkan mereka berdua tidak terlihat kembali ke ruang ganti. Setelah melakukan pencarian, tubuh mereka berdua pun ditemukan oleh petugas penyelam dari Dinas  Pemadam Kebakaran, berada di dalam danau buatan di dekat gedung pertemuan di Vinovo. Dibangun untuk mengumpulkan air hujan serta mengurangi dampak lingkungan dari fasilitas kamp latihan, tampaknya Ale dan Ricky berusaha mengambil bola yang jatuh di atas plastik yang menutupi danau buatan tersebut, namun jatuh tergelincir ke dalam danau yang berukuran 5 x 30 ft tersebut.

Ketika mereka berdua ditemukan, sayangnya, semua sudah terlambat. Ferramosca, selain mengalami hypothermia, juga mengalami serangan jantung, dan dinyatakan tewas saat itu juga. Sedangkan Neri, yang suhu tubuhnya sempat turun hingga 20 derajat, segera dilarikan ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya. Namun sayangnya, saat tengah malam, Ia tidak dapat diselamatkan lagi. Klub dengan segera mengumumkan penundaan laga Serie B melawan Cesena – yang berlangsung pada hari yang sama dengan kejadian tersebut – sementara semua laga yang melibatkan Sektor Remaja ditiadakan hingga dua pekan. Penyidik yang bertanggungjawab pada kasus ini hanya dapat menyatakan bahwa keduanya tergelincir ke dalam danau saat berusaha mengambil bola yang berada di atas plastik penutup danau. Pihak penyidik tidak dapat memastikan apakah mereka berdua terjatuh bersama atau salah satu berusaha menyelamatkan rekannya hingga harus kehilangan nyawanya.
 

Kedua pemain tersebut sangatlah penuh dengan bakat, demikian pula dengan generasi mereka saat itu, tim Berreti dimana mereka berdua berada (sekarang dibubarkan dan tergabung dalam tim U17) berada unggul lima poin di puncak klasemen. Ferramosca merupakan gelandang yang berbakat dan penuh prospek, yang baru bergabung dengan Juventus pada musim panas di tahun yang sama, tiba dari klub amatir Atletico Mirafiori dimana ayahnya merupakan Presiden klub tersebut. Ia juga baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 17 tiga bulan sebelum kejadiaan naas tersebut serta mendaftar di sekolah menengah setempat.

Neri merupakan bakat masa depan yang lebih menjanjikan. Ia lahir di Florence, dan tiba dua tahun lebih dulu dari Ferramosca di Turin dari Empoli. Di bulan Juni, Ia membantu tim Giovannisimi Nazionali (U15) memenangkan Scudetto di jenjang umur tersebut, dengan melakukan penyelamatan penting terhadap penalty saat menghadapi Perugia. Ia juga telah menjadi pilihan utama dan bermain regular baik di tim Berreti maupun Primavera (U21). Penampilannya menarik perhatian dari Michelangelo Rampulla, mantan penjaga gawang Juventus dan pelatih kiper tim utama Juventus saat itu. Kepada saya, Rampulla mengungkapkan tentang Neri:

 

“Ia memiliki kualitas yang luar biasa. Tahun itu Ia berhasil memenangkan liga dan berkembang dengan baik secara fisik maupun teknik. Kami saat itu sudah memikirkan untuk membawanya ke tim utama setelah turnamen Viareggio dan melatihnya secara khusus.”

 

Perlu diingat jika saat itu, satu-satunya kiper di belakang Gigi Buffon adalah Antonio Chimenti dan lebih dari masuk akal jika Neri bisa saja menjadi wajah yang cukup familiar bagi kita seandainya saja Ia tidak kehilangan nyawanya dalam kejadian yang naas tersebut. 
 

image

Pemakaman Ale & Ricky di Kathedral Turin

Pemakaman mereka berdua dilangsungkan di Katedral Turin dan dihadiri oleh ribuan orang, termasuk beberapa pemain muda dari sektor remaja Juventus dan teman-teman sekolah mereka, beberapa pemain tim utama, manajemen klub, dan perwakilan dari beberapa tim lain. Terdapat rasa kesedihan dan shock yang luar biasa besar dan emosional, yang semakin menjadi ketika peti berwarna putih dari Neri dibawa masuk ke dalam Katedral, dan ditutupi oleh seragam dengan nomor punggung 1 miliknya serta dua syal, satu syal Bianconeri, dan satu lagi adalah syal La Viola, klub yang Ia kagumi. Gianluca Zambrotta, yang saat itu sudah bergabung dengan Barcelona juga ikut menghadiri acara pemakaman, terlihat sangat sedih ketika peti dari Ferramosca menyusul masuk mengikuti rekannya menuju altar.

image

Tugu Memorial Ale & Ricky di Vinovo, di depan pintu masuk lapangan latihan Youth Sector.

 

Pihak klub dengan jelas menyatakan keinginan untuk terus menghormati kenangan atas kedua anak muda ini, dan hal tersebut terus dilakukan hingga saat ini. Lapangan dimana tim Juventus Primavera menjalani laga kandangnya diberi nama “Ale & Ricky” dan sebuah tugu peringatan yang bergambar mereka berdua dalam bentuk mosaik, dibuat oleh seniman lokal Leonardo Pivi – berada di sebelahnya. Para supporter secara reguler juga melakukan hal yang sama, dan pada sebuah kesempatan mereka mengibarkan 22.000 bendera emas pada laga melawan Milan di Stadio Olimpico, sementara “Yayasan Alessio Ferramosca dan Riccardo Neri” juga sering menyelenggarakan banyak kegiatan untuk mengabadikan kenangan akan mereka berdua. Mereka memulainya dengan menyelenggarakan makan malam amal, namun pada tahun 2007, diumumkan rencana untuk mengadakan turnamen bagi tim U15 dan dilangsungkan di Vinovo, tepatnya turnamen yang diberi nama ‘Ale & Ricky sempre nel cuore’ (Ale & Ricky selalu di hati kami).
 
Ciro Immobile (sekarang di Torino FC), mantan rekan satu tim dari keduanya, pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa Ia tidak dapat melupakan mereka. Meskipun telah memperoleh kesempatan bermain dengan tim utama, termasuk debutnya di Liga Champions di Bordeaux, dan menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Primavera, Ia mempersembahkan penampilannya di Turnamen Viareggio untuk Ale dan Ricky. Mencetak rekor sepanjang turnamen dengan sepuluh gol dan memperoleh gelar ‘Player of the tournament’, Ia mencetak gol di dua final yang Ia ikuti dan mengungkapkan pada Rai Sport saat merayakan kemenangan tim;

 

“Kemenangan ini kami persembahkan untuk Alessio Ferramosca dan Riccardo Neri, mereka berada di hati kami, dan mereka akan selalu bersama kami, dari atas sana mereka membantu kami untuk menang. Turnamen Viareggio ini tidak akan dapat kami lupakan, bagi tim maupun bagi saya, dan itu karena mereka.”

 
Dari kejadian tragis tersebut hingga saat ini, kenangan atas Ale dan Ricky tetap berada di hati semua orang dan tidak akan dapat hilang. Semua terjadi karena sebuah umpan yang kurang baik, sebuah bola yang bergulir ke tempat yang salah. Kegelapan, tanah yang licin dan air yang membeku. Sebuah bola yang seharusnya memberikan mereka masa depan yang cerah dan bahagia, justru menyatukan keduanya dalam sebuah tragedi. Alessio dan Riccardo meninggalkan kita semua untuk terakhir kalinya saat mengejar cinta mereka yang luar biasa terhadap sebuah bola yang berisikan harapan dan impian dari semua anak lelaki seperti pada umumnya. Dan oleh karena itu, mereka tidak boleh kita lupakan.

image

Written by: Adam Digby

You may also like...