Review BMG vs Juventus

Juventus berhasil mencuri 1 poin penting dari lawatannya ke Jerman dalam matchday-4 Liga Champions. Melawan Borussia Mönchengladbach (BMG) di kandang lawan, anak-anak asuhan Max Allegri harus bersusah payah meladeni permainan menyerang anak asuhan André Schubert.

Line Up Pemain:

Borussia Monchengladbach XI (4-4-2): Sommer; Nordtveit, Christensen, Dominguez, Wendt; Traore, Dahoud, Xhaka, Johnson; Raffael, Stindl.

-BMG turun dengan formasi terbaiknya, formasi yang telah memberikan mereka 6 kemenangan di Bundesliga, dan juga formasi yang pada minggu kemarin baru saja membantai Hertha Berlin di partai liga lokal

Juventus (4-3-1-2): Buffon; Lichtsteiner, Bonucci, Chiellini, Evra; Sturaro, Marchisio, Pogba; Hernanes; Morata, Dybala

-Stephan Lichsteiner kembali mengisi posisi bek kanan setelah absen selama sebulan akibat operasi yang harus dijalani. Sedangkan perubahan lain hanya pada posisi gelandang dimana Sturaro dimainkan menggantikan Khedira yang masih cedera. Hernanes bermain di posisi penyerang lubang untuk menyokong duet Dybala dan Morata

Jalan dan Analisis Pertandingan:
unnamed

Juventus mencoba mengambil inisiatif permainan pada 5 menit pertama. Melalui skema tendangan bebas, Patrice “Uncle Pat” Evra langsung menghadirkan peluang bagi Juventus, sayang sontekannya hanya melambung di atas gawang Sommer.

Selepas menit ke 5, BMG gantian mengambil alih permainan. Dengan strategi khas tim-tim asal Jerman, BMG bermain dengan cepat dan sistematis. Mereka dengan cepat mengirim bola ke sayap lalu mencoba melakukan penetrasi, kadang serangan dikombinasikan dengan tembakan jarak jauh. Beruntung Juventus mempunyai bek-bek sayap tangguh dalam diri Evra dan Lichtsteiner yang selalu siap meredam serangan anak-anak muda BMG.

Tembok pertahanan Juventus mulai retak dihajar serangan beruntun BMG, pada menit ke 14 Mahmoud Dahoud hampir membuat seisi stadion bersorak ketika tembakan jarak jauh pemain keturunan Syria ini menghantam mistar gawang Buffon.

Di menit ke 18, akhirnya tembok-tembok tua (rata-rata umur 32 tahun) pertahanan Juventus jebol juga. Diawali dari overlap Oscar Wendt yang mengirim umpan datar ke jantung pertahanan Juventus. Chiellini yang berada tepat di jalur bola melakukan intersep yang tidak sempurna. Bola pantulan jatuh ke kaki Raffael yang segera mengirimkan umpan matang kepada Fabian Johnson, gelandang asal negeri Paman Sam ini pun tanpa ampun mengirim bola ke pojok gawang tanpa bisa dihalau Buffon, 1-0 untuk BMG.

Seperti yang sudah diduga, BMG langsung mengendurkan permainan selepas meraih keunggulan, dan Juventus pun mengambil alih permainan. Kemenangan menjadi harga mati untuk BMG jika masih ingin terus berlaga di UCL, mengingat dari 3 pertandingan sebelumnya mereka hanya berhasil meraih 1 poin. Namun ditengah kurungan Juventus, BMG masih bisa membahayakan pertahanan Juventus. Dengan pressing ketat + fast-transition football, BMG sempat melancarkan serangan melalui Traore. Beruntung Chiellini masih bisa memblok tendangannya. Dari corner kick yang terjadi, Traore kembali menguji ketangguhan Buffon dengan tendangan jarak jauh. Namun kiper berjulukan “Superman” ini masih bisa menepis tendangan pemain asal Guinea tersebut. Begitupun dengan peluang dari Nordveit, tendangan mendatar bek sayap BMG ini masih bisa diamankan dengan mudah oleh Buffon

Serangan-serangan Juventus mulai menajam dan perlahan membuka pertahanan BMG. Chiellini seolah ingin menebus kesalahannya atas gol pertama tadi, namun sundulannya memanfaatkan corner kick Dybala hanya menyamping gawang BMG di menit ke 25. Pada menit ke 39, memanfaatkan tendangan bebas Dybala Juventus kembali mendapatkan peluang melalui Evra. Sayang sundulannya masih bisa diselamatkan dengan baik oleh Yann Sommer.

Juventus akhirnya berhasil menyamakan kedudukan tepat sebelum turun minum. Umpan lambung fantastis Pogba berhasil dimanfaatkan dengan tembakan first time oleh Lichtsteiner. Gol ini seakan menjadi hadiah bagi kembalinya pemain berjuluk “Swiss Express” tersebut setelah harus absen selama sebulan. Welcome back, Stephan…!!!

Tak lama berselang, wasit meniup peluit half time dengan skor imbang 1-1. Juventus jelas berada di atas angin saat turun minum. Permainan mulai diambil alih dan sinkronisasi antar pemain mulai terbangun.

Juventus langsung tancap gas di babak kedua, setelah peluang Pogba hanya menyamping tipis di menit ke 47. Pogba tampak sudah menemukan ritme bermainnya di pertandingan kali ini, bahkan salah satu aksi elastico-nya sempat membuat Håvard Nordveit terkecoh.

Namun sayang seribu sayang, mood bagus Juventus harus hilang begitu saja. Hernanes harus mendapatkan kartu merah di menit ke 53. Berawal dari serangan balik yang sedang dibangun Juventus, Hernanes melakukan penetrasi ke sektor tengah pertahanan Juve. Mencoba mengambil bola 50-50 antara ia dan Dominguez, Hernanes melakukan tekel 2 kaki yang mengenai Dominguez. Wasit tanpa ragu-ragu pun mengeluarkan espulso untuk pemain asal Brazil tersebut.

Setelah keluarnya Hernanes, Juventus praktis merapatkan barisan pertahanan dan mengandalkan serangan balik untuk mencoba mencuri poin. Peluang terakhir Juventus pada pertandingan ini terjadi pada menit ke 60. Tendangan bebas Pogba hanya menyentuh jaring gawang samping setelah membentur pagar betis dan hanya menghasilkan corner kick untuk Juventus.

Di menit ke 63, Allegri melakukan pergantian pemain pertamanya, Dybala ditarik untuk digantikan oleh Cuadrado. Bermain dengan 10 orang dan melawan tim yang sedang memburu kemenangan, Allegri tampak akan menyiapkan serangan balik sebagai senjata utama. Tak lama berselang, Barzagli dimasukkan menggantikan Morata. Juventus pun langsung mengubah formasi bermain menjadi 3-5-1 dengan Cuadrado ditempatkan sebagai penyerang tunggal.

Selepas itu, praktis Juventus hanya sitting deep untuk meredam serangan-serangan BMG. BMG sendiri terus menggempur tembok pertahanan Juventus dari segala arah. Namun mereka lupa akan sosok legendaris yang mengawal gawang si nyonya tua. Gianluigi Buffon dengan gemilang menghalau berbagai peluang yang diciptakan oleh anak-anak asuhan André Schubert. Berturut-turut ia melakukan penyelamatan kelas dunia dari peluang sundulan Stindl di menit ke 77, dan ketika menghalau tendangan Thorgan Hazard di menit ke 88. Grande Buffon…!!!

Pertandingan berjalan satu arah smapai wasit meniup peluit di menit ke 90+4. 4 menit yang panjang bagi kita yang mendukung Juventus. Juventus berhasil membawa pulang 1 poin dari Jerman. Dengan hasil imbang ini, Juventus harus turun ke peringkat kedua klasemen sementara grup D, karena ditempat lain Manchester City berhasil mengalahkan Sevilla dengan skor 1-3.

unnamed(1)

 

Juventus sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang dari 2 laga berikut untuk memastikan satu tempat ke fase knock out. Pertandingan UCL berikutnya adalah big match melawan Manchester City pada tanggal 25 November di Juventus Stadium

 

unnamed
unnamed(1)
Team Dashboard BMG

unnamed(2)

unnamed(3)
Team Dashboard Juventus

Man of the Match

Entah skor pertandingan akan berapa jika tidak ada Buffon. Berbagai peluang yang diciptakan BMG mentah (kecuali 1 gol) di tangan kiper “tua-tua keladi” ini. Total BMG membuat 7 tembakan ke arah gawang, dan Buffon berhasil mementahkan 6 diantaranya. Penyelamatan fantastisnya di menit ke 77 dan 88 membuktikan bahwa kiper berusia 37 tahun ini belum menunjukkan tanda-tanda menurun.

 

Pertandingan berikutnya adalah melawat ke Stadion Carlo Castellani guna menghadapi Empoli di pertandingan Serie-A. Khedira diharapkan sudah bisa kembali memperkuat tim utama dan kemenangan menjadi harga mati untuk pasukan Zebra Turin.

~Fino Alla Fine…FORZA JUVENTUS…!~

Ditulis oleh Ali Hanafiah (@AliHanafiah_)

You may also like...