Review Empoli vs Juventus

Juventus untuk pertama kalinya meraih kemenangan kedua secara beruntun di Serie-A setelah berhasil menumbangkan Empoli dengan skor meyakinkan 1-3 pada pertandingan giornata ke 12 yang berlangsung di Stadio Carlo Castellani. Kemenangan ini diraih dengna cara yang tidak mudah setelah diluar dugaan Juventus sempat tertinggal melalui gol striker gaek Massimo Maccarone.

 

Line Up Pemain:

Empoli XI (4-3-1-2): Skorupski; Laurini, Tonelli, Costa, Rui; Zielinski, Maiello, Paredes; Saponara; Pucciarelli, Maccarone

Juventus XI (4-3-3): Buffon; Lichtsteiner, Barzagli, Bonucci, Evra; Khedira, Marchisio, Pogba; Cuadrado, Mandzukic, Morata

-Allegri kembali memainkan formasi 4-3-3 setelah pada 2 pertandingan sebelumnya (vs Torino dan BMG) bermain dengan 4-3-1-2.
Trisula Cuadrado-Morata-Mandzukic dipasang di lini depan. Sementara pada lini pertahanan, Chiellini dirotasi oleh Barzagli.
Match Review:

unnamed

Juventus mengawali pertandingan dengan tidak terlalu melakukan pressing di lini tengah. Trio Pogba-Khedira-Marchisio lebih banyak melakukan contain dan tidak melakukan tekel yang dapat membuahkan pelanggaran. Empoli lebih banyak menguasai  permainan pada 15 menit pertama pertandingan. Peluang pertama tersaji pada menit ke 14 saat tembakan Riccardo Saponara masih berhasil di blok oleh Leonardo Bonucci. Juventus hampir membuka keunggulan di menit ke 17 saat crossing Cuadrado disambut oleh sodoran kaki Mandzukic, sayang sontekkan pemain asal Kroasia tersebut masih menyamping gawang Skorupski.

Empoli berhasil mencuri gol di menit ke 19. Berawal dari back pass Pogba kepada Bonucci, bola dibuang dengan tidak sempurna oleh Bonucci dan berhasil di intercept oleh Saponara yang lengsung menyodorkan bola pada Maccarone. Pressing yang tidak ketat baik dari Barzagli ataupun Bonucci membuat penyerang gaek ini dengan tenang berhasil menembak bola ke pojok gawang tanpa bisa diantisipasi oleh Buffon.

Seperti biasa, Juventus mulai keluar menyerang setelah tertinggal. Pogba dan Khedira mulai rajin meringsek ke 1/3 akhir lapangan permainan, sementara Marchisio memberikan coverage mencegah lawan melakukan serangan balik. Namun permainan menyerang Juventus tampak “nanggung” dan selalu mental oleh pertahanan Empoli yang dikomandoi oleh Tonelli. Pusat penyerangan Juventus sangat condong ke sayap kanan dimana Cuadrado dan Lichsteiner bergantian mengirimkan umpan-umpan kepada Mandzukic. Sementara Morata yang nampak kembali dipaksakan bermain sebagai LW tampak struggling dalam menjalankan perannya sebagai winger.

Gol bagi Juventus akhirnya tercipta pada menit ke 32. Bermula dari clearance bek Empoli, Laurini, bola malah mengarah kepada Cuadrado yang langsung memberikan bola pada Khedira yang masuk ke kotak penalti. Khedira dengan sekali sentuh menumpankan bola pada Mandzukic yang langsung mencocor bola melewati hadangan Skorupski. Juventus menyamakan skor 1-1. Ini merupakan gol kedua Mandzukic di Serie A sepanjang musim berjalan.

Setelah berhasil menyamakan skor, Juventus terus mengontrol permainan dengan lebih banyak mengalirkan bola di daerah permainan Empoli. Pada menit ke 38 akhirnya Si Nyonya Tua berhasil membalikan kedudukan setelah tendangan pojok Cuadrado berhasil disambar oleh sundulan maut Patrice “Uncle Pat” Evra (yang lucunya, ia merupakan pemain terpendek di Starting XI Juventus kali ini). Selepas gol Evra, praktis tidak ada peluang lain bagi kedua tim selain tembakan dari Maccarone yang masih menyamping gawang Buffon di menit ke 44. Juventus pun turun minum dengan keunggulan 1-2 atas Empoli.

Di babak kedua, Empoli langsung tancap gas untuk mengejar ketertinggalan. Pada menit ke 48, Maccarone kembali hampir mengacam gawang Buffon memanfaatkan through pass terukur Saponara. Beruntung San Gigi masih sigap mengamankan bola. Tak lama berselang, kembali sang penyerang veteran menghadirkan serangan jantung bagi pendukung Juve saat sundulan jarak dekatnya hanya menyamping tipis di samping gawang Juve. Sampai sekitar menit 65, pertandingan berlangsung cenderung datar tanpa banyak peluang terjadi bagu kedua tim. Di menit ke 68, Allegri melakukan pergantian ganda, Dybala masuk menggantikan Morata dan Chiellini masuk menggantikan Cuadrado. Dengan pergantian ini, maka Juventus merubah formasi permainan menjadi 3-5-2 dengan trio BBC  sebagai pusat benteng pertahanan Juventus.

Setelah mengubah formasi menjadi 3-5-2, permainan Juventus malah nampak menjadi lebih hidup. Memang formasi ini sudah lebih fasih digunakan oleh sebagian besar anggota tim. Juventus nampak bisa lebih mengontrol permainan dan passing di daerah permainan lawan. Di menit ke 84, Juventus berhasil menambah keunggulan melalui the wonderkid Paulo Dybala. Bermula dari umpan Pogba kepada Lichsteiner* yang berhasil diselamatkan oleh Skorupski, bola mental kemudian disambar oleh Mandzukic. Tendangan Super Mario hanya mengenai tiang gawang, namun ada Dybala disana yang langsung menyambar bola untuk mempertegas keunggulan Juventus menjadi 1-3. Gol ini merupakan gol ke 5 Dybala sepanjang kompetisi berlangsung, dan merupakan gol terbanyak diantara penyerang-penyerang Juventus. Gol ini juga membuktikan sekali lagi jika pergantian pemain dan skema yang dilakukan Allegri kembali memberikan hasil positif bagi Juventus.

Tidak ada kejadian menarik lain setelah gol Dybala. Allegri menggunakan jatah pergantian pemain terakhirnya untuk mengganti Lichsteiner dengan Padoin. Menarik untuk disimak dimana Allegri belum juga memberi kesempatan Rugani untuk bermain. Semoga perkembangan pemain harapan masa depan Juventus ini tidak terganggu dengan berkurangnya jam terbang, mengingat kondisi ini sangat kontras dibandingkan musim lalu ketika Rugani bermain di setiap pertandingan yang dijalani klubnya saat itu, Empoli. Pada menit ke 90+4, wasit Davide Massa pun meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Juventus menang 1-3.
Team Dashboard: Empoli

unnamed(1)

Team Dashboard: Juventus

unnamed(3)
Men of the Match:

1. Juan Cuadrado
unnamed(5)

Player Dashboard: Juan Cuadrado

Kembali dipercaya mengisi starting line up, Cuadrado menjadi tumpuan serangan Juventus pada pertandingan kemarin malam. Perannya sangat dominan di sayap kanan Juventus. Kedua gol Juventus pada babak pertama pun lahir dari andil pemain berusia 27 tahun ini.

2. Mario Mandzukic
unnamed(6)

Player Dashboad : Mario Mandzukic

Pemain berkebangsaan Kroasia ini menjadi pemain yang paling sering menghadirkan ancaman bagi gawang Skorupski. Selain mencetak 1 gol, ia juga membuat 5 tembakan sepanjang laga berlangsung. Salah satu tembakannya sempat menghantam tiang gawang sebelum bisa dimanfaatkan kembali oleh Dybala menjadi gol ke 3. Dari sisi pertahanan, bisa dilihat pada dashboard diatas jika Mandzukic beberapa kali turun sampai ke daerah permainan Juventus untuk melakukan tackle, aerial duel, ataupun interception. Traits inilah yang menjadi nilai plus dari Mandzukic dan jika kondisinya semakin fit, diharapkan kontribusinya bagi Juve semakin terasa.

Dengan kemenangan ini, Juventus berhasil meringsek ke posisi 7 klasemen sementara, berjarak 2 poin dari AC Milan di posisi 6 dan 9 poin dari Fiorentina di posisi puncak. Setelah pertandingan giornata-12 ini, Liga Italia akan memasuki jeda international break dan akan dilanjutkan lagi pada 21 November. Juventus akan menjadi tuan rumah dalam grande partita melawan AC Milan. Tim asuhan Sinisa Mihajlovic ini sendiri sedang berada dalam tren positif dengan 3 kemenangan dan sekali hasil seri dalam 4 pertandingan terakhirnya.

 

~Fino Alla Fine…FORZA JUVENTUS…!~

 

ditulis oleh Ali Hanafiah (@AliHanafiah_)

HIMBAUAN: Chapter Wajib Report Kegiatan melalui tulisan.

Dear petinggi Chapter, apa kabar? sudah jalan-jalan di situs kita yang terbaru di juventusclubindonesia.com ? Jika belum, diwajibkan untuk membaca artikel ini, Pembaharuan Situs Resmi JCI, Release di Giornata pertama (30 Agustus 2014) disini: http://juventusclubindonesia.com/pembaharuan-situs-resmi-jci-release-di-giornata-pertama/

Jika sudah, mari kita lanjutkan 🙂

Untuk meningkatkan solidaritas terkait informasi yang aktual, dan untuk menyatukan nusantara tanpa tebang pilih, Berikan informasi kegiatan di chapter kalian, dengan regulasi satu berita untuk satu bulan (minimal) melalu email [email protected] dan [email protected], Kenapa begitu sedikit? karena kami sadar bahwa tidak semua pengurus di daerah memiliki waktu untuk melaporkan kegiatan berupa tulisan. lalu, kenapa harus diwajibkan? karena, membangun komunitas tentunya harus ada tanggungjawab untuk membesarkan, ini adalah teori dasar komunitas, kita perlu berkembang dan kita perlu adanya sosialisasi dan sharing kepada yang lain.

Jadi, Kami tunggu laporan kegiatan Chapter, dengan format wajib (tanpa dihilangkan salahsatunya):

Tulis laporan kegiatan melalui Body Email dan bukan attach dokumen ms.word, (agar mudah copy paste)
Attach foto satu per satu, (tidak berupa zip atau rar)
Subject Email: JCI (CHAPTER) STATEMENT – nama event, contoh JCI MAKASSAR STATEMENT – Berbagi dengan yatim piatu
dikirim ke [email protected] dan [email protected]
Syarat penulisan, Jawab pertanyaan dibawah ini:

Apa jenis acaranya?
Kapan waktu pelaksanaannya?apakah gratis atau bayar? Siapa saja peserta kegiatan ini?

Apa tujuan Acara tersebut?
Apakah kalian menggiring sponsor? sebutkan dan jelaskan deskripsi semua sponsor, (deskripsi perusahaan)
Tuliskan alur cerita kegiatan tersebut jika acaranya sudah berlangsung, atau jelaskan rangka pelaksanaannya jika acaranya belum berlangsung.
Siapakah man of the match dari acara ini? adakah kisah unik dari pengurus chapter?
Unique Audience (mengundang fans, anak yatim, artis, atau walikota, dsb), Jelaskan jika tidak ada.
Apa Rencana selanjutnya?
Akhiri tulisanmu dengan namamu, contoh: writer: Nama Kamu
empat poin & sembilan poin diatas adalah aturan baku, kami tidak bisa merelease Official Chapter Statement jika ada poin-poin yang dikurangi, dan kemungkin besar kami tidak menayangkannya.

Best Regards.

Disclaimer: Dilarang keras untuk copy atau menulis kembali konten di web ini tanpa mencantumkan sumber dari Juventus Club Indonesia dan situs juventusclubindonesia.com

You may also like...