Review Palermo vs Juventus

Juventus kembali berhasil meraih poin penuh di Serie-A setelah mengalahkan tuan rumah Palermo dengan skor telak 0-3. Bertanding di Stadion Renzo Barbera, anak asuhan Max Allegri tersebut memenangkan pertandingan lewat gol-gol Mario Mandzukic, Stefano Sturaro, dan Simone Zaza. Kemenangan ini memperpanjang catatan kemenangan beruntun Juventus di kompetisi Serie-A menjadi 4 kali.

 

Line Up Pemain

Juventus (3-5-2): Buffon, Barzagli, Bonucci, Chiellini; Cuadrado, Sturaro, Marchisio, Pogba, Evra; Dybala, Mandzukic —> Kembali dengan formasi 3-5-2, kali ini Allegri hanya melakukan rotasi di posisi WB dimana Evra kembali bermain di kiri sementara Juan Cuadrado akan ditugaskan untuk mengeksploitasi pertahanan lawan dari sektor kanan. Dybala akan menjalani come back perdananya ke Palermo, klub yang turut mengangkat namanya di persepakbolaan Italia

Palermo (4-3-1-2): Sorrentino; Aljaz Struna, Goldaniga, Gonzalez, Lazaar; Hiljemark, Jajalo, Chochev; Brugman; Vazquez, Gilardino

 

Jalannya Pertandingan

unnamed

 

Juventus mengambil inisiatif pada awal pertandingan, dengan lebih menguasai penguasaan bola di lapangan tengah, sementara Palermo bermain lebih pasif dan mencoba membuat terobosan dari  skema serangan balik. Palermo membuka peluang di menit ke-8 saat tendangan jarak jauh Oscar Hiljemark memanfaatkan umpan diagonal Franco Vasquez masih melambung tinggi di atas gawang Buffon.

Meskipun Juventus mendominasi jalannya pertandingan, dengan memanfaatkan serangan-serangan dari sayap, Palermo dapat bertahan dengan cukup solid di 20 menit awal pertandingan. Duet bek tengah jangkung mereka, Edoardo Goldaniga (1.93 m) dan Giancarlo Gonzalez (1.91 m) masih dapat mementahkan bola-bola dari sayap yang ditujukan untuk Mario Mandzukic.

Peluang matang bagi Juventus hadir di menit ke-21, saat tendangan pojok dari Dybala disambut sundulan Chiellini, sayang sundulannya memantul tanah dan melenceng dari gawang Stefano Sorrentino. Palermo sempat menghadirkan ketegangan di lini belakang Juventus, di menit ke-30 umpan deep cross Achraf Lazaar kepada Gilardino berakhir dengan tendangan ex-pemain Parma tersebut yang masih menyamping dari gawang Buffon.

Juventus mulai perlahan-lahan menciptakan peluang demi peluang, di menit ke-33 kembali tendangan pojok Dybala berhasil mengkreasikan peluang bagi Juventus. Sayang sundulan Bonucci yang sudah berdiri bebas masih menyamping gawang. Tak lama berselang, umpan silang dari Stefano Sturaro belum bisa dimanfaatkan oleh Dybala yang sundulannya masih jauh dari sasaran pada menit ke-38.

Peluang terakhir (dan juga terbaik) bagi Juventus di babak pertama lahir di menit ke-44. Peluang tercipta kembali dari tendangan pojok lagi-lagi oleh Dybala, bola jatuh kepada Evra yang memberikan headed pass pada Sturaro yang langsung menghajar bola tersebut, sayang masih ada pemain Palermo yang melakukan blocking.

Tak lama berselang, wasit meniup peluit turun minum. Juventus jelas mendominasi jalan pertandingan di babak pertama, namun serangan masih terlihat terlalu monoton. Cuadrado menjadi pusat aliran penyerangan di babak pertama ini, namun kesemua peluang Juventus di babak pertama malah tercipta dari skema bola mati yang dikreasikan oleh Dybala. Mandzukic pun yang bertugas sebagai BigMan di depan belum terlihat terlalu efektif di babak bertama. Sebagai “papan pantul” ia hanya melakukan 1 kali wall pass di babak pertama, sehingga skema terobosan dari tengah dengan Mandzukic sebagai hold-up player (seperti yang 2 musim terakhir sering dilakukan oleh Llorente) pun belum tercipta di babak pertama. Ia pun belum berhasil melakukan satu tembakan pun ke gawang lawan.

Pada babak kedua, alur permainan masih sama seperti sebelumnya. di menit ke-50 Pogba sempat menghadirkan peluang melalui tembakan jarak jauhnya, sayang masih meleset dari sasaran.

Gol Juventus..!!! Si Nyonya Tua akhirnya berhasil memecah kebuntuan di menit ke-54. Melalui strategi yang sama, umpan silang Dybala kali ini berhasil disambut dengan sundulan keras dari Mario Mandzukic. Berawal dari posisi corner kick, bola yang berhasil disundul oleh pemain Palermo jatuh di kaki Cuadrado. Ia pun langsung mengoper bola kembali pada Dybala, crossing akurat dari La Joya pun langsung disambut sundulan dahsyat dari Super Mario tanpa mampu dihalau Sorrentino. Bagi Mandukic, gol ini menjadi pertanda jika dirinya sudah kembali rajin mencetak gol. Total dari 7 penampilan terakhir (1 diantarnya sebagai pengganti), ia telah mengemas 4 gol dan 1 assist. Jumlah yang tidak buruk pagi seorang penyerang. Sementara bagi Dybala, assist-nya tadi menjadikan dirinya sebagai pemain yang terlibat dari 50% gol (6 gol dan 3 assist) yang telah dicetak Juventus di Serie-A musim ini, pivotal player.

Juventus tidak mengendurkan serangan setelah unggul satu gol, setelah percobaan jarak jauh Vazquez yang masih melayang jauh dari gawang Buffon, di menit ke-66 Paul Pogba melakukan terobosan dari tengah yang diakhiri dengan umpan datar diagonal kepada Cuadrado. Sayap lincah ini dengan apik melewati Lazaar sebelum melepaskan tembakan keras yang masih bisa diselamatkan oleh Sorrentino. Tak lama berselang Juventus melakukan pergantian pemain pertamanya. Sang pencetak gol, Mandzukic digantikan oleh Alvaro Morata. Pertandingan yang cukup sunyi sebenarnya dari Mandzukic, hanya melakukan total 1 tembakan. Namun satu-satunya peluang yang dimilikinya itulah yang membuka keunggulan bagi Juventus. Tak masalah jika sepanjang pertandingan ia terlihat invisible, namun yang penting berhasil mencetak gol di saat penting. Clinical striker.

Dengan masuknya Morata, Juventus sedikit merubah pola permainan. Kini serangan mulai dibangun masuk ke tengah lapangan. Morata yang mempunyai skill olah bola lebih baik dari Mandzukic pun menjalani tugas ini dengan baik. Dari 26 menit waktu bermain, Morata mampu membuat 10/13 operan. Bandingkan dengan Mandzukic yang melakukan 12/14 operan dalam rentang waktu 67 menit. Peran Morata terlihat jelas dari peluang Juventus di menit ke 72, saat kombinasi operan Dybala-Morata-Pogba diakhiri dengan tembakan keras Pogba yang kembali masih melenceng.

unnamed(1)1. Memancing bek dan memberikan one touch pass pada Pogba
unnamed(2)

2. Langsung berlari ke ruang kosong di pertahanan lawan

Dari skema tersebut terlihat positional awareness Morata yang berhasil memancing Goldaniga keluar, lalu ia segera memberikan one touch pass kepada Pogba. Setelah itu Morata langsung berlari ke ruang kosong yang telah diciptakannya dengan harapan Pogba bisa memberikan umpan matang, namun Pogba memilih untuk melepaskan tembakan yang masih belum menemui target. Strategi inilah yang kerap ditunjukan oleh Juventus setelah Morata masuk.

Pada menit ke-84, Juventus melakukan pergantian terakhirnya dengan memasukkan Simone Zaza menggantikan Paulo Dybala. Kehadiran Zaza dan Morata yang masih fresh di lini depan memberikan dobrakkan baru bagi lini serang Juventus. Dan pada menit ke 89 Juventus mempertegas keunggulan melalui Stefano Sturaro. Gol bermula dari lemparan jauh Chiellini pada Zaza yang langsung mengoper bola pada Morata. Ia kembali memainkan operan cepat pada Pogba, yang kali kini melihat Sturaro telah meringsek masuk ke dalam kotak penalti Palermo. Ia pun langsung melepaskan umpan matang pada Sturaro, yang dengan kontrol bola yang prima, menerima bola dan langsung melepaskan tendangan mendatar ke sisi kiri Sorrentino tanpa mampu diselamatkan olehnya. 0-2 Juventus memimpin.

Juventus tak berhenti sampai situ, di penghujung injury time babak kedua Simone Zaza dengan dingin berhasil mencetak gol keduanya di Serie-A bersama Juventus. Berawal dari dribble lurus Zaza dari tengah lapangan yang berhasil melewati 2 pemain Palermo, ia lalu mengoper bola pada Morata. Morata dengan cerdik memanfaatkan terpecahnya penjagaan Gonzales antara ia dan Lichtsteiner yang melakukan overlap, hal tersebut menciptakan sedikit ruang bagi Morata untuk kembali memberikan umpan manis pada Zaza, yang dengan tenang menembak bola dengan keras ke arah tiang dekat melewati Sorrentino yang telah mati langkah bergeming. 0-3

Sesaat setelah gol Zaza ini pun, wasit Paolo Valeri meniupkan peluit panjang tanda pertandingan selesai. Dengan hasil ini, Juventus berhasil lompat ke posisi 5, hanya terpaut 3 angka dari Roma di posisi 4 dan beda 6 angka dari intermilan yang masih mempunyai 1 pertandingan yang belum dimainkan melawan Napoli. Hal lain yang perlu digarisbawahi adalah kembalinya performa lini pertahanan Juventus ke bentuk terbaiknya setelah sempat tertatih-tatih di awal musim. Setelah melawan Empoli, gawang Juventus tidak pernah lagi kebobolan baik itu di partai Serie-A atau UCL. Khusus untuk partai Serie-A, ini adalah ketiga kalinya di musim ini Juventus berhasil membuat tim lawan sama sekali tidak bisa melepaskan shots on target. Sebelumnya adalah saat melawan Atalanta dan Genoa.

unnamed(3)

unnamed(4)
unnamed(5)
unnamed(4)

Man of The Match

unnamed(7)

Stefano Sturaro: Pemain kelahiran 9 Maret 1993 ini berhasil menjawab tanggung jawab yang diberikan oleh Allegri pada 3 pertandingan terakhir dengan baik. Pekerja keras, dan pantang menyerah merupakan karakter khas ex-pemain Genoa ini. Setelah berhasil mematikan Yaya Toure dan Fernandinho pada bertandingan Liga Champions tempo hari, kali ini ia berhasil menjalankan perannya dengan baik di partai melawan Palermo. 1 gol, 2 take-ons, 2 intercepts, 1 tackle dan clearance adalah catatan bagus punggawa timnas U-21 Italia ini. Keep up the good work, Stefano..!!!

Partai berikutnya bagi Juventus adalah laga Serie-A melawan Lazio yang akan dilangsungkan di Stadion Olimpico Roma pada hari Sabtu, 5 Desember 2015, dini hari WIB. Melihat performa terkini dari Lazio di Serie-A (2x kalah dan 1x seri), rasanya Juventus bisa optimis untuk kembali membawa pulang poin penuh. Yang perlu dijadikan catatan adalah akan absennya Paul Pogba pada laga nanti dikarenakan akumulasi kartu kuning yang sudah diterimanya sepanjang musim berjalan.

~Fino Alla Fine…FORZA JUVENTUS..!!!~

Ditulis oleh Ali Hanafiah (@AliHanafiah_)

You may also like...