Review Sevilla vs Juventus

Juventus dipaksa menerima hasil lolos sebagai runner up grup D Liga Champions musim 2015/2016 setelah menelan kekalahan tipis 1-0 dari tuan rumah Sevilla. Bertandang ke Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán, anak asuhan Max Allegri sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang demi menjamin posisi puncak di grup. Sementara Sevilla diharuskan memenangi pertandingan ini jika ingin memelihara asa untuk bermain di kompetisi Europa League. Kedua tim menjalani pertandingan yang sengit sebelum akhirnya Juventus menyerah pada Sevilla lewat gol semata wayang Fernando Llorente

 

Line Up Pemain:

SEVILLA (4-2-3-1): Rico; Coke (c), Rami, Kolodziejczak, Tremoulinas; N’Zonzi, Krychowiak; Vitolo, Banega, Konoplyanka; Llorente.

JUVENTUS (3-5-2): Buffon (c); Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Sturaro, Marchisio, Pogba, Alex Sandro; Dybala, Morata.

Juventus kembali memainkan formasi terbaiknya, namun kali ini disertai sedikit perubahan. Alvaro Morata dimainkan sejak menit awal menggantikan Mario Mandzukic yang cedera dan tidak dibawa dalam lawatan Juventus ke Spanyol ini.
Jalan dan Analisis Pertandingan

unnamed

Pertandingan langsung berjalan sengit dari awal. Sevila yang membutuhkan kemenangan agar bisa berlaga di Europa League (sambil berharap Moenchengladbach dikalahkan Manchester City), langsung mencoba mengambil inisiatif permainan.

Peluang pertama Juve hadir melalui tembakan Dybala. menerima umpan Alvaro Morata, tembakan keras mendatar Dybala masih menyamping. Tak lama berselang kembali Juve menghadirkan peluang melalui sundulan Sturaro pada menit ke-17. Berawal dari aksi Alex Sandro di sektor kiri, umpan silangnya disambut oleh sundulan terarah Sturaro yang sayangnya masih bisa diselamatkan oleh penjaga gawang Sevilla.

Sevilla pun tak tinggal diam, di menit ke-19 kombinasi one two Banega-Konoplyanka diakhiri dengan umpan matang kepada Llorente. Memanfaatkan posturnya, Llorente berhasil memenangi duel dengan Barzagli sebelum melepaskan tembakan dari jarak dekat. Namun Buffon masih sigap mengamankan gawang Juve dari kebobolan.

Peluang terbaik Juventus di babak pertama lahir di menit ke 25. Berawal dari umpan cantik Bonucci ke titik blind side pertahanan Sevilla, Dybala yang menjadi titik tuju dari umpan tersebut dengan cerdik membelokkan bola dengan sundulan ke arah Morata yang telah berdiri bebas. Sayang sekali penyelesaian akhir Morata masih melebar. How did he miss that..?!

Jual beli serangan terus terjadi, di menit ke-31 kembali Llorente menghadirkan ancaman bagi gawang Juve. Menerima umpan tendangan bebas Konoplyanka, sundulannya ke pojok gawang Juve kembali berhasil diselamatkan oleh Buffon.

Juventus nyaris menutup babak pertama dengan keunggulan, tendangan bebas Dybala di menit ke-41 berhasil diselamatkan dengan gemilang oleh Sergio Rico. Kedua tim pun turun minum dengan skor imbang 0-0.

Juventus bermain dengan pola langganan 3-5-2. Memanfaatkan tenaga Pogba di lini tengah dan agresivitas Alex Sandro dan Lichtsteiner di kedua belah sayap, nampaknya formasi ini sudah cukup baik dalam menghadirkan peluang demi peluang di babak pertama. Hanya masalah penyelesaian akhir dan ketangguhan kiper Sevilla yang membuat Juventus belum berhasil mencetak gol.

Di awal babak kedua, Pogba mencoba menguji ketangguhan Sergio Rico. Menerima umpan Alex Sandro dari sayap kiri, cannon ball Pogboom dari jarak 30 meter masih dapat diselamatkan dengan oleh Rico. Pada menit ke-62, Sevilla gantian mengancam gawang Buffon. Berawal dari situasi bola mati, bola sapuan pemain bertahan Juve berhasil kembali direbut oleh N’Zonzi dan berujung pada tembakan jarak jauh Banega, beruntung Buffon berhasil menyelamatkan tembakan tersebut.

Gol Sevilla..! 🙁 Akhirnya tim tuan rumah berhasil membuka skor di menit ke-66. Berawal dari tendangan pojok Konoplyanka ke tiang dekat, bola berhasil disundul dengan akurat ke tiang jauh oleh Llorente. Ex-Penyerang Juventus yang dari babak pertama sudah menghadirkan berbagai ancaman untuk Juve ini akhirnya berhasil mencetak gol perdananya di Liga Champions musim ini. Masih menaruh respect bagi team yang pernah dibelanya selama 2 musim tersebut, Llorente pun tampak tidak merayakan gol secara berlebihan.

Sevilla memang menitikberatkan penyerangan pada sosok tinggi besar Llorente. Sepanjang laga, total Sevilla melepaskan 28 umpan silang dimana 3 diantaranya berhasil menemui sasaran. Gol yang tercipta pun berasal dari skema tersebut. Hold-up play Llorente berhasil membuat trio BBC  kerepotan mengatasi duel fisik yang terjadi di kotak penalti.
unnamed(1)

Umpan Silang Sevilla sepanjang laga
Pasca tertinggal, seperti biasa Juventus terus menggencarkan serangan demi satu gol yang dapat memastikan posisi juara grup. Di Menit ke-77, Allegri memasukkan Cuadrado menggantikan Lichtsteiner demi meningkatkan agresifitas permainan. Tak lama setelah pergantian tersebut, di menit ke-82, tembakan keras Dybala dari luar kotak penalti sudah membuat Sergio Rico mati langkah. Namun sayang sekali masih membentur tiang gawang..!

Di menit ke 84, Sevilla mencetak gol melalui Mariano. Namun gol tersebut dianulir wasit karena telah terlebih dahulu terjadi offside. Tak lama berselang, Gameiro yang masuk menggantikan Llorente nyaris membobol gawang Buffon. Berawal dari kesalahan Bonucci dalam memperkirakan arah jatuh bola, Gameiro berhasil merebut penguasaan bola namun tembakannya masih melenceng dari gawang Buffon.

Juventus yang terus melakukan tekanan pada Sevilla kembali mendapatkan peluang di penghujung laga. Tembakan Dybala di menit ke 87 masih menyamping gawang. Dan peluang terakhir dari Morata saat injury time kembali berhasil diselamatkan oleh Sergio Rico, padahal Morata sudah berada dalam jarak tembak yang dekat sekali dengan gawang. Pemain muda asal Spanyol ini tampak belum menemukan kembali composure dan kepercayaan dirinya.

Wasit pun meniup peluit panjang setelah 5 menit waktu tambahan. Dengan kekalahan ini Juventus tetap lolos dari fase grup Liga Champions, namun dengan status sebagai runner-up Juventus sangat berpeluang langung bertemu tim-tim Juara grup semisal Real Madrid, Barcelona, dan Bayern pada babak 16 besar nanti. Pengundian sendiri baru akan dilakukan pada tanggal 14 Desember mendatang. Sementara itu, Sevilla lolos ke Europa League karena di tempat lain Moenchengladbach dikalahkan Manchester City dengan skor 4-2.
unnamed(2)

unnamed(3)

unnamed(4)

unnamed(5)
 Man of the Match:
unnamed(6)

Sergio Rico: Kiper jangkung asal Spanyol berusia 22 tahun ini berhasil membuat punggawa-punggawa Juventus hilang akal dengan penyelamatan gemilangnya yang dilakukan sepanjang laga. Total ia melakukan 8 penyelamatan dari peluang-peluang yang diciptakan para pemain Juventus, beberapa malah tergolong penyelamatan yang sensasional.

 

Pertandingan selanjutnya bagi Juventus adalah big-match Serie A melawan Fiorentina. Pertandingan akan digelar di Juventus Stadium pada tanggal 13 Desember (local time). Kemenangan tentu menjadi harga mati bagi anak asuhan Max Allegri dalam misi memburu posisi puncak klasemen Liga Italia. Diharapkan Mario Mandzukic dan juga Sami Khedira sudah kembali bisa memperkuat Juventus meski mungkin masih sebagai pemain cadangan.

 

ali hanafiah

~Fino Alla Fine…FORZA JUVENTUS…!!!~

You may also like...